Glurenorm 30 Mg

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Glurenorm 30mg mengandung zat aktif gliquidone, merupakan obat penurun kadar gula darah oral yang berasal dari golongansulfonylurea . Glurenorm biasa digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 atau yang biasa kita sebut penyakit kencing manis dengan cara merangsang produksi dan pengeluaran hormon insulin daripankreas dan meningkatkan penyerapan gula darah ke dalam sel tubuh yang membutuhkan. Penggunaan Glurenorm dengan diet rendah gula dan lemak memberikan hasil pengontrolan kadar gula darah yang lebih efektif.
Obat ini dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2.

Sebaliknya, obat ini tidak digunakan pada:
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap gliquidone, atau obat golongan sulfonylurea lainnya, seperti glibenclamidglimepiride, termasuk juga obat dengan sulfonamide, seperti cotrimoxazole dansulfamethoxazole;
  • Pasien gagal fungsi hati dan ginjal;
  • Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1;
  • Pasien dengan keadaan dimana kontrol gula darah harus dilakukan dengan insulin, seperti pasien dalam infeksi berat, diabetic ketoacidosis, pasien dengan koma diabetikum, yaitu penurunan kesadaran akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah;
  • Pasien ibu hamil dan menyusui.




EFEK SAMPING

  • Reaksi alergi obat seperti kemerahan pada kulit, bengkak, gatal-gatal, sampai reaksi alergi yang lebih hebat seperti pembengkakan saluran napas dan syok;
  • Hipoglikemia atau keadaan kadar gula darah menurun dibawah batas normal yang ditandai dengan lemas, berkeringat dingin, gemetar, sakit kepala, kebingungan, halusinasi, kejang, dan penurunan kesadaran sampai koma. Pasien yang mengalami gejala-gejala ini setelah mengkonsumsi Glurenorm segera diberikan teh manis atau makanan mengandung gula. Bila terjadi penurunan kesadaran segera cari pertolongan ke instansi kesehatan terdekat;
  • Kelainan produksi sel darah;
  • Gangguan sakura cerna seperti diare, mual, nyeri perut, dan muntah;
  • Gangguan penglihatan.

DOSIS

Dosis awal dapat digunakan 15mg atau ½ tablet Glurenorm 30mg sekali sehari, digunakan 30menit -1 jam sebelum makan dan tidak disarankan untuk digunakan pada pasien yang diharuskan puasa. Dosis dapat ditingkatkan disesuaikan dengan kadar gula darah pasien sampai maksimum 120mg sehari, penyesuaian dosis ini disarankan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 
sumber :kerjanya.net

Mengetahui perbedaan HbA1c dan GA

Setiap detik Dunia Kedokteran selalu ada hal penemuan baru bagi kesehatan ummat manusia,seperti hal HbA1c sebagai parameter pendeteksi kemajuan pengobatan DM 
Dengan penemuan parameter Glycated Albumin (GA)  parameter HbA1C sebagai tolak ukur untuk keberhasilan pengobatan DM ini sedang diperdebatkan manalebih unggul?
1. Apa itu HbA1c ?
HbA1C adalah konsentrasi Haenoglobin(Hb) tergkikasi yang tergantung pada gula darah dan masa hidup eritrosit dan dinyatakan dalam %tase. International Expert Committe menetapkan pentingnya pemerksa HbA1C berperan dalam skrening diagnosa penyakit DM 
ADA (America Diabetic Association) menetapkan Nilai normal HbA1C <7 adalah="" angka="" bahkan="" diabetesi.="" diabetic="" dicapai="" dinayatakan="" div="" federation="" harus="" hba1c="" ideal="" idf="" menetapkan="" nternational="" oleh="" paling="" seorang="" style="box-sizing: border-box;" sudah="" terkendali="" yang="">
HbA1c tinggi petanda gula semakin jelek dan kemungkinan timbul resiko kpmplikasi akan makin besar seperti JantungKoroner/gagal jantung , stroke, gagal ginjal, kebutaan, neuropati, disfungsi ereksi dan gangren kakibusuk. 
Kalau HbA1c rendah? Perlu diingat bahwa HbA1C rendah bukan berarti penderita DM itu bebas komplikasi,namum akan beresiko rendah dibandingkan penderita HbA1C tinggi, Pemeriksa HbA1C tidak perlu puasa dan dapat diperiksa kapan saja.

2. Apakah Glycated Albumin (GA)?
GA adalah penanda glikemik untuk diabetes melitus (DM) menunjukkan kadar rata-rata glukosa darah selama 1 bulan terakhir. Nilai GA rendah ketia glukosa darah rendah GA  naik ketika glukosa darah tinggi.
 Kadar GA diperoleh dengan membandingkan nilai albumin yang berikatan dengan glukosa (glycated albumin), dan nilai total albumin dalam darah, sehingga hasil akan diperoleh dalam persen (%).
%GA =  persentase GA
GA    = konsentrasi GA
Alb    = konsentrasi Albumin
 Perbedaan antara HbA1c dan GA?
1.Kadar GA perbandingan antara albumin glikat dan total albumin.
  Kadar HbA1c perbandingan antara hemoglobin glikat dan totalhemoglobin. 

2. GA merupakan parameter rata-rata glukosa darah lebih pendek dibandingkan dengan HbA1c. GA menunjukkan rata-rata glukosa darah dalam waktu 2 -4 min (sesuai waktu paruh albumin, 2-4 minggu).
HbA1c mengukur rerata glukosa darah selama 2 – 3 bulan sesuai waktu paruh hemoglobin, HbA1c sangat dipengaruhui oleh kondisi Haemoglobulin Bila terganggu  seperti pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa, thalasemia, anemia, kehamilan dan lain-lain, 

3. GA merupakan penanda glikemik yang baik untuk memonitor kondisi diabetesi.
Dengan waktu paruh yang lebih pendek, GA dapat menggambarkan kadar glukosa rata-rata pasien pada saat menjalani pengobatan. GA dapat menangkap fluktuasi glukosa darah secara cepat dan nyata dibandingkan HbA1c.

Nilai normal GA ialah 11 – 16%.
Nilai cut-off dari GA pada diabetes mellitus dengan hemodialisis ialah 20%.
Nilai cut-off dari GA pada diabetes mellitus dengan kecenderungan kejadian kardiovaskular dan hipoglikemia pada hemodialisis ialah 24%.

Keunggulan GA dibandingkan HbA1c :
1.Datang periksa ke dokter tiap bulan
2.Pertama kali terdiagnosa DM.
3.Kadar gula darah tidak terkontrol/fluktuatif.
4.Tidak diipengaruhi oleh kelainan hemoglobin  

Kadar GA sangat dipengaruhi oleh nilai Albumin tubuh maka pada kasus Malnutrisi berat n hipoalbuminuria GA sedikit bias 
Beberapa kondisi khusus GA jauh lebih spesifik n efektif pada 
A. Ibu Hamil karena gangguan hormonal n penurunan besi nilai HbA1.c terganggu menjadi lebih tinggi.
B. kasus Haemodialisis karena usia sel darah merah  pendek menyebabkan nilai HbA1c rendah.Di Jepang setiap kasus Haemodialisa diwajibkan pemeriksa dengan parameter GA karena lebih stabil.

sumber : graha-ra

C-Peptide, Tes lab untuk menentukan Tipe Diabetes

Di zaman modernisasi seperti sekarang manusia semakin malas melakukan aktifitas olah raga serta pola makan yg mewah tanpa terkontrol berakibatkan penyakit metabolik syndrome semakin banyak ditemukan antara lain:  DM-Hiprtensi-Dyslipidemia?
Berdasarkan data IDF 2011 di Dubai bhw Penderita DM 2010 sebanyak 285juta orang & 2030 diperkira akan 438 juta berarti akan naik 54% .Sebab itu penyakit DM harus ditangani secara serius kalau tidak akan menimbul kan Komplikasi al Stroke-Mata-Jantung?Ginjal-impoten dan kakibusuk.?

Penyakit DM dapat dibedakan atas 2 tipe?
1.DM Tipe 1(IDDM=Insuline Depending Diabetes Mellitus) adalah Diabetes yang tergantung pada Insulin,penyebabnya Pankreas tidak bisa memproduksi Insulin disebut  Diabetes keterunan jenis ini tidak bisa sembuh total seumur hidup tergantung insulin?
2.DM Tipe2 (non IDDM) adalah Diabetes yang tidak tergantung pada Insulin penyebabnya multifaktoral??Untuk membedakan kedua jenis ini maka?harus dilakukan pemeriksaan darah dgn?Parameter C-Peptide.?
Nilai Normal :?a.(0,17-0,83(mol/l) ?b.(0.78-1,19ug/ml)a(1,1-4,4ng/ml)
?Nilai normal sangat variatif tergantung pada reagent dari masing pabrik.?Bila hasilnya < nilai normal maka dapat ditegakkan menderita DM tipe 1.??

Tujuan test (C-peptide) adalah:?
1.Mengukur berapa banyak insulin yang dapat dihasilkan oleh pankreas?2.Berapa banyak Insulin resistensi?
3.Mencari penyebab Hypoglycaemia?
4.Membedakan DM Tipe 1 atau tipe 2?
5.Monitoring insulinoma??

Nilai Klinis C-Peptide ;?
1.C-peptide tak terukur tapi Glukosa darah amat tinggi indikasi DM tipe 1?
2.C peptide & Gula darah amat tinggi indilkasi DM tipe 2 dg Insulin Resistensi?
3.C-peptde tinggi & Gula darah rendah indikasi Insuloma,(tumor pankreas)atau penderita sedang menggunakan obat DM?
4.C-peptide & Gula darah rendah indikasi penderita sedang menggunakan insulin atau sedang sakit liver /sedang infeksi atau addison's disease?

Perlu diketahui bahwa ada beberapa hal yg mempengaruhi nilai C peptide:1.Alkohol? 2.Gagal Ginjal?  3 Kegemukan? 4.Radioaktif terapi? 5.obat obatan (obat DM+-insulin,KB?  Diuretik Cortison,Rifampicin,(obat TBC ) Asma,  propanolo(obat darah tinggi dsbnya.

sumber : graha-ra

Sekali Injeksi, Gula Darah Terkontrol Selamanya

Saat ini para ahli sedang meneliti obat baru yang memberi harapan baru bagi diabetesi. Obat yang disebut "smart" insulin itu diharapkan merevolusi penanganan diabetes di masa depan.

Diabetesi harus berulang kali melakukan tes darah dan injeksi insulin untuk menjaga gula darah terkendali. Dengan obat smart insulin, diabetesi cukup menyuntik satu dosis insulin saja. Insulin cerdas itu akan terus bersirkulasi di dalam tubuh dan bekerja ketika dibutuhkan.
Teknologi terbaru pengobatan diabetes itu tampak bekerja dengan baik dalam tubuh tikus. Jurnal PNAS melaporkan para peneliti obat tersebut dalam waktu dekat akan melakukan uji terhadap tubuh manusia. Namun, pengujian itu butuh waktu bertahun-tahun sebelum dapat digunakan oleh pasien diabetes.
Pasien diabetes tipe 1 yang tubuhnya tidak memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakan insulin tubuhnya sendiri menggantungkan diri pada injeksi insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya. Tanpa injeksi insulin ini, gula darahnya menjadi sangat tinggi dan berbahaya.
Tetapi, suntik insulin juga dapat membuat gula darah menjadi terlalu rendah. Diabetesi tipe 1 perlu rutin mengecek kadar gula darah untuk memastikan agar gula darah berada di daerah aman.
Para ahli diabetes sudah lama mencari cara agar kontrol gula darah lebih mudah dan nyaman untuk pasien. Dari situlah hadir penelitian "smart" insulin.
Ada beberapa jenis insulin yang sedang diteliti namun semua dirancang untuk secara otomatif aktif ketika gula darah naik terlalu tinggi dan non aktif kembali ketika gula darah kembali normal.
Dr Danny Chou dari Massachusetts Institute of Technology saat ini sedang menguji smart insulin di dalam lab. Insulin baru ini merupakan versi insulin regular yang dimodifikasi secara kimiawi.
Insulin tersebut memiliki molekul ekstra menempel di ujung yang mengikatnya terhadap protein yang bersirkulasi dalam aliran darah. Dalam keadaan demikian smart insulin berada dalam keadaan non aktif.
Ketika gula darah naik, smart insulin menjadi aktif. Gula darah terkunci dalam smart insulin dan memerintahkannya untuk mulai bekerja.
Karen Addington, chief executive of Juvenile Diabetes Research Foundation dari Inggris mengatakan, "Bagi banyak orang yang hidup dengan diabetes tipe 1, mengontrol gula darah adalah perjuangan hidup sehari-hari. Menginjeksi insulin terlalu banyak menyebabkan gula darah menjadi terlalu rendah sementara menginjeksi sedikit berarti membiarkan kadar gula darah terlalu tinggi. Hal ini dapat berdampak kumulatif serius untuk kesehatan dalam jangka panjang."
Obat baru smart insulin bakal menghilangkan kemungkinan gula darah terlalu rendah. Obat ini dinilai bakal membuat diabetesi tipe 1 mampu mengontrol gula darah dengan sempurna. Semua itu dapat dicapai hanya dengan satu injeksi saja.
sumber : kompas health

Carbing, Teknik Menghitung Kebutuhan Insulin

Carbing atau (Carbohydrate Counting) merupakan perencaan makanan yang fokus terhadap jumlah karbohidrat yang dikonsumsi untuk mengontrol gula darah pasien

(Fraser Health. Advanced Carbohydrate counting)

Alasan penggunaan carbing :

1. Karbohidrat merupakan zat gizi yang paling mempengaruhi gula darah karena langsung diubah menjadi glukosa (100%) (Souto, D Lopes. 2010. Use of carb counting in dietary treatment of diabetes melitus)

2. Sesuai kasus, penderita merasa tidak memiliki pantangan maupun alergi. Selain itu penderita tidak dapat memonitor makanannya. Carbing cocok untuk pasien tersebut karena pasien lebih flexible dan leluasa memilih makanan yang dipilih.

3. Penyeimbangan intake karbohidrat dengan insulin dan olahraga dapat membantu menjaga kadar glukosa pada target yang diinginkan . (Dignard.2010)


Langkah-langkah menggunakan Carbing Secara Umum

Langkah – langkah carbing secara umum:

·    Mengetahui makanan apa saja yg mengandung Karbohidrat
Mengetahui jumlah tiap makanan dengan kandungan Karbohidrat 15 gram

·    Mengetahui perhitungan setiap serving pada makanan berkarbohidrat

·    Mengetahui makanan apa saja yg d anggap bebas” . Makanan ini tidak dihitung pada total karbohidrat

·    Menghitung jumlah karbohidrat dalam makanan yang dimakan

·         Periksa kadar gula darah sebelum makan dan 2 jam sesudah makan untuk mengetahui bagaimana efek makanan tersebut dalam mempengaruhi gula darah

(Adams, Ingrid. Carbing)

Tujuan carbing secara umum

1. Mengontrol kadar glukosa darah

2. Lebih flexibel pada jenis makanan yang dipilih dan sesuai kebiasaan makan pasien

3. Dapat mengkonsumsi  makanan yang disukai atau diinginkan

(AADE, Changing Life with Diabetes)



Jenis-jenis Carbing

1. Basic Carbing

Sasaran : Semua penderita DM

Tujuan :

Mengontrol gua darah dengan menyeimbangkan intake karbohidrat dengan pengobatan oral dan aktivitas fisik

Langkah – langkah

1. Memilih makanan yang bervariasi dan seimbang

2. Fokus pada karbohidrat

3. Tentukan goals jumlah karbohidrat yang akan dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan asien

4. Menentukan content dari karbohidrat yang dikonsumsi

                Cara menentukan step 3 dan step 4

                a. Analisa zat gizi dari kebiasaan pasien

                              1. Menentukan jumlah energi dari hasil food record

                                2. Menentukan distribusi energi selama 24 jam (pagi... %, snack...%,siang...%, malam%) dan FFQ untuk melihat jenis karbohidrat yang sering dikonsumsi 

                                3. Analisis komposisi zat gizi (Protein...%, Karbohidrat...%, Lemak...%)

                                4. Perhitungan karbohidrat setiap sajian (Pagi... gr, snack...gr, siang...gr, malam...gr)

                b. Perhitungan zat gizi yang diperlukan pasien oleh ahli gizi

                                1. Menghitung IMT dan kebutuhan energi pasien

                                2. Menentukan distribusi energi selama sehari dibagi dalam beberapa kali makan sesuai                                                    kebiasaan pasien

                                3. Menentukan perhitungan zat gizi sesuai kebutuhan pasien

                                3. Perhitungan jumlah karbohidrat per sajian (Pagi... gr, snack...gr, siang...gr, malam...gr)

                                    1 carb serving = 15 gram karbohidrat

5. Monitoring kadar gula darah

(Canadian Diabetic Association, 2005 )

2 Advance Carbing

Sasaran : Penderita DM

Tujuan :

Mengontrol gula darah dengan menyeimbangkan intake karbohidrat dengan insulin

Langkah – langkah:

1. Mengidentifikasi karbohidrat pada makanan misal susu, buah, dll

2. Menghitung total karbohidrat yang dikonsumsi dalam sehari

3. Mengitung jumlah insulin untuk menentukan insulin – carbohidrat ratio

                Metode yang digunakan untuk menentukan insulin – carbohidrat ratio :

                1. Pattern management

                     Metode yangmenggunakan hasil record pasien mengenai makanan, aktivitas, dan insulin                             untuk melihat cara kerja yang paling baik dari insulin itu sendiri

                2. TDD ( total daily dose)

                    insulin ratio = 500 / TDD

                   example : 500 / 64 = 7.8 (dibulatkan menjadi 8 )

                     maka 1 unit insulin membutuhkan 8 gram karbohidrat

                3. TDD dan basal insulin

                     insulin : carb  =  rata-rata Kh yang dikonsumsi perhari : kebutuhan insulin

                   kebutuhan insulin = (TDD – basal insulin )

                 example : rata – rata Kh yang dikonsumsi perhari 259 gr

                                       TDD = 48

                                       basal insulin = 24

                   insulin : carb = 259 : (48 – 24)

                                                   259 : 24 = 10.8 (11)

                     maka insulin : carb = 1: 11

                    (Pytka Evelyne, Advance Carbohydrate Counting for Intensive Diabetes Management)

4. Mengecek kadar gula darah sebelum makan

5. Menghitung koreksi insulin

    Bila gula darah sebelum makan berada di atas target yang ditentukan, kita dapat menghitung ISF     

    (Insulin sensitivity factor) sebagai faktor koreksi. ISF dapat menentukan jumlah glukosa darah yang

    diturunkan dengan 1 unit insulin serta dapat mengetahui seberapa banyak insulin yang harus

    ditambahkan.

     - ISF = 1500 (short acting insulin) atau 1800 (long acting insulin) : TDD 

     - insulin : carbo ratio   =  ISF x 0.33         

     - Untuk menentukan dosis insulin agar sesuai dengan target gula darah yang dicapai

        contoh : GD sekarang : 264 mg/ dl                           GD target : 100 mg/dl

                         ISF = 53 mg / dl

                        maka : Perbedaan gula darah = 264 – 100 = 164 mg/dl

                        Kebutuhan insulin  = 164 mg/dl : 53 mg/dl = 3 unit



6. Mentotal kebutuhan insulin pada saat sebelum makan

                contoh :

                TDD = 34 unit

                GD sebelum makan: 226 mg/dl                        GD target : 100 mg/dl

                Karbohidrat yang dikonsumsi 60 gram

                Jawab :

                Perbedaan Gula darah : 226 – 100 = 126 mg/dl

                ISF = 1800 : 34 = 52.9 ( dibulatkan menjadi 53)

                Kebutuhan insulin : 126 : 53 = 2.3 unit


                Insulin : carbo -> 500/ TDD

                500 / 34 = 14.7  ( 1 insulin butuh 15 gr karbohidrat)

                Insulin yang dibutuhkan untuk mengcover 60 gram karbohidrat = 60: 15 = 4 unit

                maka premeal insulin =  2,3 + 4 = 6,3 unit

7. Activity Adjusment
Bila melakukan aktivitas lebih dari biasanya setelah maksimal 2 jam penyuntikan , maka dosis insulin dapat diturunkan sebesar 50%. Bila melakukan aktivitas lebih dari biasanya seteah 2- 3 jam penyuntikan , maka dosis insulin dapat diturunkan sebesar 25%.

8. Inject, Eat and Record, Suntikkan insulin, makan, dan record  pada carb counting daily worksheet

9. Cek kadar glukosa darah 2 jam setelah penyuntikan insulin untuk melihat ketepatan insulin carbo ratio dan ISF.

(Fraser Health. Advance Carbohydrate counting)

Betatrophin: Hormon yang Dapat Menyembuhkan Diabetes?

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh berkurangnya produksi insulin dalam tubuh. Pada diabetes melitus tipe I, Berkurangnya produksi insulin disebabkan oleh reaksi autoimun yang menghancurkan sel beta pankreas. Sedangkan pada diabetes melitus tipe II, terjadi penurunan fungsi sel beta.

Diabetes Melitus adalah masalah yang sangat besar di Indonesia dan dunia. Wild memprediksi bahwa jumlah penduduk dunia yang diabetik akan meningkat dari 171 juta saat ini menjadi 366 juta pada tahun 2030. Tentunya, ini menyebabkan beban ekonomi yang luar biasa karena kebereadaan DM seringkali disertai penyakit kronik lain seperti retinopati diabetika dan gagal ginjal.
Pengobatan diabetes yang tersedia sekarang juga masih kurang memuaskan. Dua modalitas pengobatan DM yang tersedia sekarang: obat antidiabetik oral dan juga injeksi insulin memiliki efek samping  yang berpotensial menyebabkan kematian yaitu hipoglikemia. Oleh karena itu kita membutuhkan  suatu solusi yang lebih permanen untuk menyelesaikan masalah DM.
Solusi yang lebih permanen diarhapkan muncul dari sel punca.  Ilmuwan berharap sel punca dapat dideferensiasi menjadi sel beta pankreas yang dapat menghasilkan insulin. Namun, pendekatan ini memiliki beberapa hambatan:
  1. penelitian yang dilakukan oleh … berhasil melakukan diferensiasi dari sel punca menjadi sel beta. Namun, differensiasi sel ini masih tidak efektif. Dibutuhkan sel punca dalam jumlah yang sangat besar untuk menghasilkan sel beta yang sedikit.
  2. Penggunaan embrio yang masih memiliki banyak hambatan etik.
Melihat hambatan yang cukup besar ini, divisi stem cell and regenerative medicine Harvard University banting setir: mereka tidak mencari cara untuk mendiferensiasikan stem cell menjadi sel beta. Melainkan mereka mencari hormon yang dapat digunakan untuk mendorong proliferasi sel beta secara alami.
Setelah 2 tahun meneliti, ditemukanlah hormon Betatropin. Hormon yang dihasilkan oleh hati ini mendorong proliferasi sel beta pankreas.  Ada 3 alasan mengapa betatropin ini sangat potensial untuk menjadi solusi DM:
  1. pertumbuhan sel beta terjadi dengan sangat cepat. penelitian di laboratorium menunjukan bahwa dalam 7 hari, jumlah sel beta meningkat sebanyak 50%. Pertumbuhan ini jauh lebih cepat daripada metode-metode lain.
  2. sel beta yang dihasilkan adalah sel-sel yang fungsional dan dapat menghasilkan hormon insulin.
  3. Betatropin memiliki fungsi yang spesifik.  Artinya, pemberian betatropin hanya akan meningkatkan jumlah sel beta tanpa meningkatkan proliferasi sel-sel lain yang terdapat di pankreas


Hormon betatrophin yang dapat memacu proliferasi sel beta pankreas
Implikasi yang paling besar dari riset ini adalah obat ini dapat menyederhanakan terapi diabetes melitus. Dari injeksi insulin yang harus dilakukan tiap hari menjadi injeksi hormon yang perlu dilakukan hanya setahun sekali. Selain itu, keberadaan sel beta akan membantu kontrol kadar glikemik pasien.

Salah satu hal yang paling menarik dari penemuan hormon Betatropin ini adalah penemuan ini bukan berasal dari studi in-vitro yang kompleks melainkan pengamatan klinis sederhana. Salah satu anggota tim peneliti, Douglas Melton mengamati bahwa ibu hamil memiliki jumlah populasi sel beta yang lebih sangat tinggi. Melton mencermati bahwa salah satu hormon yang meningkat secara tajam pada ibu hamil adalah hormon betatropin.  Hormon ini dihasilkan oleh hati dan sel lemak. Memang, observasi klinis yang cermat dapat menjadi salah satu inspirasi untuk melakukan peneltian.

Hasil penelitian yang dimuat di jurnal cell ini masih menggunakan tikus sebagai hewan percobaan. Selanjutnya, obat ini akan masuk ke dalam phase I, phase II dan phase III clinical trial. Anda dapat membaca fase-fase pembuatan obat di sini. Semoga Betatrophin dapat menjadi solusi bagi masalah DM di masa depan. amiinn

Jenis dan kerja Insulin














Insulin digolongkan berdasarkan durasi kerjanya yaitu :
Rapid-acting Insulin lispro
Insulin aspart
Insulin glulisine
Short-acting Insulin reguler
Intermediate-acting Insulin NPH
Long-acting Insulin detemir
Insulin glargine

    Profil Farmakokinetik
Jenis Insulin Onset Peak Durasi
Rapid-acting
Insulin lispro 0,5 jam 2,5-5 jam 4-12 jam
Insulin aspart 15-30 menit (dipiro) 1-2 jam 3-4 jam
Insulin glulisine 15-30 menit 1-2 jam 3-4 jam
Short-acting
Insulin Reguler 0.5 jam (DIH) 2,5-5 jam (DIH) 4-12 jam (DIH)
Intermediate-acting
Insulin NPH 2-4 jam 4-6 jam 8-12 jam
Long-acting
Insulin detemir 2 jam 6-9 jam 14-24 jam
Insulin glargine 4-5 jam - 22-24 jam


Profil Farmakokinetik Insulin Kombinasi
Jenis Insulin
  • onset
peak durasi
Insulin Aspart Protamin dan Insulin Aspart 0,5 jam 2,5-5 jam 4-12 jam
Insulin protamin dan lispro 12-30 menit 2 jam 18-24 jam

 Contoh Sediaan Yang Tersedia Di Indonesia
Jenis Insulin Merek Dosis
Insulin Reguler Humulin (Eli Lily) Sesuai kebutuhan pasien (ISO)
0,2-0,6 IU/kg/hari (DIH)
Insulin lispro Humalog mix 25 Bersifat individual injeksi SK aktivitas kerja cepat dari obat ini membuat obat ini dapat diberikan mendekati waktu makan (15 menit sebelum makan)
Insulin aspart Novolog DM Tipe I
1)   Initial dose 0,2-0,6 unit/kg/hari dalam dosis terbagi
2)   Usual maintanance range 0,5-1,2 unit/kg/hari dalam dosis terbagi,
non obese : 0,4-0,6unit/kg/hari
  • obese : 0,8-1,2 unit/kg/hari
gangguan Ginjal : <0 hari="" kg="" p="" unit=""> DM Tipe II
1)   Initial dose : 0,15-0,2unit/kg/hari
DM ketoasidosis
1)   Anak-anak <20 0="" :="" asidosis="" atau="" bolus="" dilanjutkan="" ditingkatkan="" hilang="" hingga="" i.m="" i.v="" jam.="" jam="" kemudian="" kg="" lanjutkan="" p="" sampai="" subq="" tahun="" unit=""> 2)   Dewasa : i.v 0,15 unit/kg diikuti pemberian infus 0,1 unit /kg/jam ; subQ, i.m 0,4 unit/kg diberikan setengahnya secara i.v dan setengahnya lagi secara subQ atau i.m, diikuti 0,1 unit/kg/jam subQ atau i.m.
3)   Hyperkalemia : anak anak dan dewasa i.v : administer dekstrosa pada 0,5-1 mL/kg dan insulin regular 1 unit tiap 4-5 dekstrose given.
4)   Gangguan ginjal :
Clcr 10-50 ml/menit : administer 75 % dosis normal
Clcr < 10 ml/menit : administer at 25% to 50% dosis normal dan monitoring glukosa(2).
Insulin glulisine Apidra® 100 units/ml (10 ml [vial])
Insulin NPH Humulin N, Novolin N DM Tipe 1
Keton berat atau kurang : 0.5 U/kg/hari SC
Ketone besar : 0.7 U/kg/hari SC
DM Tipe 2
Dosis awal : 0.3 U/kg/hari
Diberikan 15 menit sebelum makan atau segera setelah makan
Insulin detemir Levemir larutan untuk injeksi 100 Unit/mL. Tersedia dalam bentuk 3 mL LEVEMIR FlexPen dan 10 mL vial individualis berdasarkan respons klinisnya, dosisnya juga harus di adjust berdasarkan pengukuran kadar glukosa darah. Dosis awal Levemir yang direkomendasikan untuk pasien dengan DM tipe I adalah satu sampai tiga kali dari total insulin harian yang diharuskan. Dosis awal yang direkomendasikan untuk pasien dengan DM tipe II yang tidak terkontrol dengan obat antidiabetes oral adalah 10 Unit (atau 0,1-0,2 Unit/kg) satu kali sehari di sore hari atau dibagi menjadi dua kali sehari.
Insulin glargine Lantus DM tipe 1        :  1-2 kali sehari
Memulai terapi dengan insulin glargine: Pasien tipe 2 yang telah diobati dengan obat hiperglikemia oral, memulai dengan insulin glargine dengan dosis 10 IU sekali sehari. Dosis selanjutnya diatur menurut kebutuhan pasien,dengan dosis total harian berkisar dari 2-100 IU.
Beralih ke insulin glargine:Pasien yang mau menukar insulin kerja sedang atau panjang sekali sehari menjadi insulin glargine sekali sehari, tak perlu melakukan perubahan dosis awal. Tapi jika pemberian sebelumnya dua kali sehari, maka dosis awal insulin glargine dikurangi sekitar 20% untuk menghindari kemungkinan hipoglikemia. Untuk selanjutnya dosis diatur sesuai kebutuhan pasien.



  Contoh Sediaan Insulin Kombinasi

Jenis Insulin merk Dosis
Insulin Aspart Protamin dan Insulin Aspart Novomix 30 0,5-1 IU/kg BB/hr
Insulin protamin dan lispro Humalog® Mix 50/50™
Humalog® Mix 75/25™
Humalog® Mix 50/50™ : suspensi insulin lispro protamin 50% (aksi intermediet) dan larutan insulin lispro 50% (aksi cepat) : 100 units/mL (3mL)
Humalog® Mix 75/25™  :suspensi  insulin lispro protamin 75% (aksi intermediet) dan larutan insulin lispro 50 % (aksi cepat) : 100 units/mL (3mL)
Insulin NPH dan Insulin Reguler Humulin® 30/70 (suspensi insulin NPH 70% [intermediate acting] dan larutan insulin reguler 30% [short acting]) 100 unit/mL (10 mL vial)






Air Mata bisa digunakan untuk Cek Gula Darah, Benarkah?

Orang dengan diabetes diketahui memiliki kadar glukosa yang terlalu banyak di dalam darahnya, bisa disebabkan pankreas yang berhenti memproduksi insulin atau sel-sel dalam tubuh yang sudah resisten terhadap insulin.

Kondisi ini membuat tubuh tidak bisa menyerap gula dari aliran darah. Sehingga penderita Diabetes harus rutin mengontrol kadar gula darahnya karena nilainya berubah-ubah sepanjang hari. Namun karena pengambilan sampel darah nya harus disuntik jarum sehingga terkadang penderita merasa takut.

Para ilmuwan dan dokter terus bekerja bertahun-tahun untuk menemukan cara yang tidak menyakitkan dalam mengukur kadar gula darah. Kini studi baru menemukan ide dengan menggunakan air mata dan bukan darah. Sebuah sensor yang dikembangkan oleh para peneliti dari University of Michigan bisa mendeteksi kadar gula atau glukosa dalam air mata.


Tujuannya adalah membuat sensor yang bisa disentuh di bagian mata yang berwarna putih selama 5 detik kemudian ditekan ke dalam perangkat yang sudah didesain untuk membaca kadar glukosa. Namun tingkat glukosa dalam air mata diketahui 30 kali lebih rendah dibanding dalam darah, untuk itu para ahli mengembangkan sensor yang bisa bekerja dengan sangat sensitif sehingga dapat menghasilkan data akurat pada jumlah cairan yang kecil.Pengujian ini mungkin memiliki keuntungan kenyamanan dibanding dengan tes darah.dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa air mata berkorelasi dengan kadar glukosa yang ada dalam darah. Hasil penelitian ini diterbitkan 9 November dalam jurnal Analytical Chemistry.