Apa itu Diabetes Tipe 2 ?



Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang Diabetes Tipe 1 kali ini saya coba menjelaskan secara sederhana apa itu Diabetes Tipe 2 ?

Diabetes Tipe 2 kebanyakan di alami oleh orang dewasa atau usia lanjut ataupun di sebabkan karena obesitas, atas dasar ini lah kadar gula darah mereka tinggi umumnya di atas 250mgdl namun banyak yang tidak menyadari di karenakan gejala yang tidak mereka rasakan.

Diabetes Tipe 2 berbeda dengan Tipe 1, Jika Tipe 1 membutuhkan insulin sebagai pengobatan sehari - hari karena organ Pangkreas sudah tidak atau sedikit sekali memproduksi insulin untuk memecah gula menjadi energi, maka berbeda dengan Diabetes Tipe 2 yang di katakan organ Pangkreasnya masih berfungsi namun tidak optimal untuk memproduksi insulin, dan untuk beberapa kasus adalah mereka (Diabetes Tipe 2) mengalami Resistensi Insulin  atau penyerapan insulin yang kurang baik sehingga gula darah dalam tubuh masih tinggi.


Pengobatan Diabets Tipe 2 menggunakan obat oral seperti dan obat yang sering saya dengar ayng di konsumsi oleh Tipe 2 adalah metformin, namun di beberapa kasus Diabetes Tipe 2 ini memerlukan insulin yang biasa di pakai pada Diabetes Tipe 1, hal ini di akibatkan karena kontrol gula yang kurang baik dan biasanya kadar gula darah mereka dominan tinggi dan itu akan mempengaruhi untuk terjadinya komplikasi, biasanya atas dasar itu para dokter memutuskan untuk mengganti obatnya dengan insulin atau pun ada kejadian dimana Diabetes Tipe 2 wanita saat sedang hamil mereka mengganti obat oral dengan insulin atas instruksi dari dokter dan itu terjadi dengan teman saya sendiri.

Menurut saya pribadi sih sebenarnya Diabetes Tipe 2 lebih besar kemungkinannya untuk sembuh, asalkan mereka mau konsisten memperbaiki pola makan, olahraga dan kontrol teratur dengan dokter, karena ada beberapa artikel yang sudah mempobuktikan kalau Diabetes Tipe 2 bisa sembuh termasuk dengan olahraga ketat, yaaa minimal berat badan mereka bisa kembali ideal karena banyak kasus juga yang di sebabkan oleh obesitas jadi karena terlalu banyak lemak yang menumpuk menghambat kerja pangkreas untuk menghasilkan insulin, kalo lemaknya sudah normal insya Allah keadaan mereka juga bisa normal dan ini tidak berlaku untuk Diabetes Tipe 1 karena menurut penelitian salah satu penyebab Diabetes Tipe 1 adalah auto imun bukan obesitas.


So, jika kalian mempunyai teman, tetangga saudara atau kerabat yang menyandang Diabetes Tipe 2, yuk ajak edukasi dan olahraga semoga itu bisa membantu memperbaiki keadaan mereka.

Apa itu Diabetes Tipe 1 ?

Banyak orang di indonesia lebih mengenal istilah Diabetes basah atau Diabetes kering, saya sendiri pun gak begitu paham dengan istilah itu namun yang sedikit saya tahu adalah kalau Diabetes basah berarti dia yang gampang luka atau lukanya sulit sembuh, dan Diabetes kering sebaliknya mudah sembuh saat luka.

Lalu Diabetes Tipe 1 ini masuk kategori yang mana? yang basah atau kering ??

Baik saya akan coba jelaskan secara singkat dan sederhana, secara istilah medis tidak dikenal dengan istilah Diabetes basah atau kering namun lebih di kenal dengan Diabetes tipe 1, Diabetes Tipe 2, Diabetes Gestasional, Diabetes Lada dan lain sebagainya, dan di artikel kali ini saya coba berbagi menganai Apa itu Diabetes Tipe 1  secara sederhana menurut saya.

Baik, sebelum saya mulai saya anggap temen semua sudah mengenal apa itu diabetes, Insulin, pangkreas dan sebagainya yang berhubungan dengan Diabetes.


Diabetes Tipe 1 adalah sebuah kondisi dimana salah satu organ yang bernama Pangkreas yang berada di dalam tubuh sudah tidak mampu atau bahkan sedikit sekali mengeluarkan inslin untuk memecah gula dalam darah menjadi energi, sehingga hal itulah yang menyebabkan gula dalam darah menjadi tidak terkontrol alias tinggi dan ketika gula darah tinggi melewati ambang batas orang normal pada umumnya 80mgdl - 140mgdl pada orang normal berarti kemungkinan jika di atas itu sudah dapat di pastikan mengalami Diabetes.


Di karenakan Pangkreas sudah tidak mampu mengeluarkan insulin, berarti wajib untuk penyandang Diabetes tipe 1 mendapatkan pengobatan insulin dari luar dan yang sudah beredar saat ini adalah insulin berupa Pen dan Pump Insulin .

Banyak yang bilang Diabetes Tipe 1 ini bisa juga di akibatkan oleh Auto Imun (sebuah kondisi dimana imun yang seharusnya melindungi tubuh dari virus justru malah menyerang organ lain dalam tubuh) dan di sebutkan di sini organ yang di serang adalah Pangkreas sehingga fungsinya berkurang bahkan berhenti untuk memproduksi insulin.

Biasanya Diabetes Tipe 1 ini di alami oleh anak - anak, hingga remaja atau yang berumur kurang dari 30 tahun, namun ada beberapa kasus juga mereka yang di kategorikan Diabetes Tipe1 saat usianya sudah di atas 30 tahun, Diabetes ini sendiri tidak bisa lepas dari insulin karena memang hormon pangkreas dalam tubuh sudah tidak memproduksi insulin berbeda dengan Diabetes Tipe 2 yang mereka mengandalkan obat oral untuk memacu kerja pangkreas karena hormon pangkreas pada penyandang Diabetes Tipe 2 masih berfungsi walaupun tidak maksimal, namun banyak kasus juga Diabetes Tipe 2 yang sudah menggunakan insulin.

Kesimpulannya adalah, Diabetes Tipe 1 adalaha mereka yang kebanyakan anak - anak dan remaja yang membutuhkan pengobatan insulin dari luar, namun itu tidak menjadikan mereka tidak bisa aktif seperti anak - anak lainnya jutru mereka harus lebih aktif karena olahraga menjadi kewajiban bagi mereka .

Uji Coba Vaksin Diabetes oleh Diamyd Medical

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang, ketika dipicu, menyebabkan sel T (pembuluh) pada tubuh untuk membunuh sel beta pangkreas penghasil insulin. dan salah satu penemuan terbaru untuk pengobatan diabetes adalah menggunakan Vaksin obat ini bekerja untuk menghentikan sel T agar tidak menyerang sel tubuh sendiri.

Studi sudah dilakukan dan telah mampu mengobati diabetes pada tikus, namun vaksin yang bekerja pada manusia belum mendapat persetujuan farmasi.

Uji Coba Vaksin Diamyd

Diamyd Medical adalah perusahaan asal Swedia yang sedang melakukan percobaan pada manusia untuk melihat apakah vaksin antigen mereka dapat memperlambat atau bahkan menghentikan diabetes tipe 1 pada tahap awal perkembangannya.
Tahap III persidangan telah dibagi menjadi dua wilayah, Eropa dan Amerika Serikat, dengan masing-masing 320 peserta ikut ambil bagian.

Jika uji coba di Eropa terbukti berhasil, Diamyd Medical dapat mengajukan permohonan pada awal tahun 2011, untuk memasarkan vaksin di Eropa.

Update: 10 Mei 2011


Uji coba fase III di Eropa menunjukkan Diamyd gagal mempertahankan fungsi sel beta 15 bulan terakhir.

 Perusahaan sedang mempertimbangkan bagaimana melanjutkan penelitian dan pengembangan pengobatan.
Vaksin noparikel

University of Calgary adalah salah satu universitas yang telah berhasil mengembangkan vaksin yang bekerja pada tikus. Vaksin itu baru karena menggunakan partikel nano kecil yang dilengkapi antigen untuk merangsang sel T 'regulator' tubuh yang membantu mengetatkan sel T 'pembunuh'.

Intinya, ini mencegah respons sel 'pembunuh' agar tidak terkendali dan membunuh sel beta berharga tubuh.

Berita tentang terobosan tersebut muncul pada bulan April 2010 dan lisensi untuk mengembangkan vaksin tersebut dipegang oleh Parvus Therapeutics, bagian dari University of Calgary.

Selamat Hari Diabetes Dunia 14 November 2015




14 November di peringati sebagai hari diabetes se-dunia, juga sebagai bentuk kempen terhadap diabetes yang semakin menjamur di setiap negara dengan tujuan yang sederhana yaitu menyadarkan semua orang tentang bahaya diabetes tapi sedikit dari kita yang mau menyadari itu.
Tapi apa sahabat sudah tau sejak kapan hari diabetes itu di peringati?

Hari Diabetes Sedunia dimulai sejak tahun 1991 yang diperkenalkan oleh International Diabetes Federation (IDF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai respons terhadap kekhawatiran peningkatan Diabetes di seluruh dunia. Adapun tanggal 14 November sendiri dipilih untuk memperingati hari kelahiran dokterFrederick Banting, salah seorang penemu Insulin, bersama dengan Charles Best yang telah menyelamatkan hidup jutaan penderita Diabetes di seluruh dunia.

Maksud dari peringatan Hari Diabetes Sedunia adalah suatu kampanye yang bertujuan untuk mendidik, melibatkan, dan mendukung generasi muda dan masyarakat luas akan upaya pencegahan dan penanganan Diabetes. Upaya pencegahan diantaranya dilakukan melalui pemberian edukasi pada masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan risiko dan tanda dini adanya Diabetes akan meningkat. Peningkatan kesadaran yang dibarengi dengan perubahan pola hidup sehat akan menurunkan resiko terkena Diabetes  yang pada gilirannya akan menyelamatkan generasi mendatang.
Mari sahabat kita tingkatkan kesadaran keluarga teman dan shabat-sahabat yang lain di hari diabetes sedunia ini.

Seminar Deteksi dan Pencegahan Kanker Mulut Rahim


Selamat Malam sahabat, sudah lama gak posting  lagi nih di karenakan kesibukan di luar hehe.
Oya ada info menarik nih terutama untuk kamu para wanita, ibu ataupun calon ibu ada seminar tentang "Deteksi dini Pencegahan Kanker Mulut Rahim"  acara yang di adakan pada tanggal 31 Oktober 2015 ini akan sangat bermanfaat untuk wanita agar bisa tau gejala ciri atau hal lain yang berkaitan dengan kanker mulut rahim, pendaftar juga gratis jadi buat kamu yang punya waktu luang sangat di sarankan untuk ikut serta dalam seminar ini.
Apalagi kamu yang tinggal di jakarta karena acara ini di adakan di MRCC Siloam Hospital Jakarta, silahkan di share ke sahabat sahabat yang lain ya..

Konsep Olahraga Diabetes

Aktifitas fisik atau Olahraga bagi penyandang Diabetes memang sangat bagus dan dapat mengurangi komplikasi Diabetes itu sendiri, sebagian kita pasti bertanya apa Olahraga sangat berpengaruh terhadap gula darah? berikut penjelasannya ..

1. Aktifitas fisik terbukti mampu membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh, hal itu mampu menaikan metabolisme sel dalam menyerap  dan menyimpan gual, sehingga yang terhjadi adalah kadar gula darah akan menurun

2. Aktifitas fisik yang dilakukan secara benar dapat meningkatikan sirkulasi darah kaki dan tangan, tempat diman komplikasi dan infeksi mudah sekali menyerang bagian ini terutama kamu yang sudah Diabetes

3. Aktifitas fisik yang dilakukan secara menyenangkan terbukti dapat menurunkan stres, stres adalah satu kondisi negatif dalam tubuh yang dapat memacu kenaikan gula darah.



4. Aktifitas fisik dapat membuat kondisi tubuh membaik dan membuat konsumsi obat atau insulin secara perlahan berkurang,

Untuk no.4 Saya pribadi sudah mengalaminya sendiri, semenjak rutin Aktifitas fisik seperti Workout dan jogging, konsumsi insulin Saya berkurang secara perlahan selama kita rutin untuk mengerjakannya


Beberapa dari kita juga ada yang mengeluh, "Saya sudah olahraga tapi kok gak ada efeknya ya?" Biasanya kesalahan terbesar yang terjadi adalah  karena Olahraga yang dilakukan tidak rutin dan teratur, mengapa harus rutin ?? Karena manfaat Olahraga bagi tubuh bertahan 48 jam saja! jadi olahraga yang baik dilakukan 3-4 kali selama satu minggu, dan kamu akan mendapatkan manfaatnya.

Dan kamu tau, Olahraga yang bermanfaat bukan di ukur dari rasa lelah dan banyaknya keringat yang keluar dari tubuh, tetapi di lihat dari pencapain denyut nadi sasaran. bagaimana cara menghitung denyut nadi ??

60 - 70% x Denyut Nadi  Maksimal (DNM)

contoh : Usia 35 tahun, maka denyut nadi yang ingin di capai adalah..

60% x (220-35) sd 70% (220-35) = 110-130 per menit .

Nah, sampai sini sudah tau kan konsep olahraga yang baik untuk Diabetes, Olahraga yang rutin 3-4 kali dalam seminggu, jangan berlebihan ketika olahraga karena hal itu justru berakibat buruk pada fisik dan akan berefek pada gula darah yang fluktuatif, dan cara yang terbaik untuk memilih olahraga apa yang tepat adalah dengan cara berkonsultasi kepada dokter, pilihlah olahraga yang sesuai dengan kebutuhan mu ..

Libur Panjang Sekolah, bisa Tingkatkan Diabetes

Masa liburan memang menyenangkan namun tanpa disadari juga dapat memicu beberapa penyakit, salah satunya diabetes tipe 1.

Data registrasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kecenderungan diabetes tipe 1 pada anak cenderung naik di masa liburan panjang anak sekolah.

"Kecenderungan diabetes tipe 1 anak terjadi pada masa liburan anak yaitu Juni-Juli dan Desember-Januari," kata Ketua 2 Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Aman B. Pulungan, SpA(K) seperti ditulis Jumat (19/7/2013).

Kadar gula darah yang normal pada anak sama dengan kadar gula darah normal bagi dewasa, yakni berkisar 100-140 mg/dl.

"Pola makan yang tidak sehat saat liburan asupan makanan yang tidak dijaga yang memicu obesitas dan mengarah pada diabetes," jelasnya.

Pemeriksaan gula darah pada anak perlu dilakukan agar cepat mengatasi bila hasilnya mengkhawatirkan.

"Anak-anak yang memiliki faktor risiko diabetes, misalnya anak yang sangat gemuk harus diperiksa kadar gula darahnya," kata  Dr. Aman.

Setiap tahunnya kadar gula darah anak perlu dikontrol, dan orang tua berperan penting untuk mengawasi asupan makanan dan aktivitas anak.

"Setiap tahun kesehatan anak perlu dicek, tes dilakukan dengan membawa urine anak ke ahlinya untuk dicek kadar gula darahnya," paparnya saat acara Zespri di The3 House, Jakarta.

Indonesia diprediksi menempati urutan ke 6 di dunia terkait penderita diabetes pada 2030. "Indonesia di tahun 2010 berada pada posisi 9 dan akan naik ke posisi 6 pada 2030 prediksi Diabetes Atlas IDF 2010," pungkas dr. Aman. 
Sumber: liputan6


Mohammad Firas, Jadi Dokter Akibat Diabetes

Memiliki mimpi menjadi dokter, awalnya tidak tersirat sama sekali. Hingga usianya 14 tahun, Dr Mohammad Firas divonis mengalami diabetes tipe 1. Sejak saat itu, Firas kecil becita-cita sebagai dokter.
Ditemui disela-sela acara peluncuran buku Diabetes anda Me dari Soyjoy, Firas menceritakan bagaimana dia mengalami semua gejala diabetes. Mulai dari mudah mengantuk, mudah haus, mudah lapar, kulit gatal, pendangan kabur, luka sulit sembuh, berat badan turun drastis dan sering buang air kecil.
"Semua gejala saya alami. Berat badan turun drastis lebih dari 10 kilogram. Waktu diminta periksa ke dokter, ternyata gula darah saya mencapai 850 mg/dL dan langsung divonis dengan diabetes tipe 1," katanya pada wartawan, ditulis Senin (4/5/2015).
Firas pun terus memperdalam penyakitnya. Mulai dari penanganannya hingga pencegahannya. "Diabetes tipe 1 terjadi karena rusaknya sel-sel beta pankreas sehingga sel ini tidak lagi mampu membuat insulin.

"Diabetes itu nggak terasa di badan. tapi untuk mengetahuinya perlu kontrol untuk mencegah komplikasi. Saya ingat pilar diabetes yaitu aktivitas fisik, menjaga pola makan dan obat-obatan dan intinya edukasi," ungkapnya.
Edukasi, bagi Firas sangat penting mengingat banyak mitos seputar diabetes yang berkembang di masyarakat. "Yang paling banyak ditanya misalnya, apakah diabetes bisa sembuh. Sejauh ini, diabetes belum bisa disembuhkan. Jadi jika ada yang menawarkan obat untuk kesembuhannya saya tidak bisa jamin. Kalaupun ada, penemunya pasti sudah terkenal."
"Masyarakat harus paham dulu, diabetes bukan penyakit yang mudah sembuh. Perawatannya menggunakan insulin untuk mencegah risiko komplikasi," ujar pria keturunan Arab tersebut.
Selain itu, kata dia, semakin tua, kondisi pankreas kita tidak seperti dulu. "Akan ada penurunan fungsi organ seiring bertambahnya usia.
Menjadi anggota komunitas Young Diabetic
Berangkat dari permasalahan anak muda yang menderita diabetes, Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE mengembangkan forum untuk penyandang diabetesi muda.

Sidartawan sendiri menamainya, Persadia- Young Diabetic Forum yang bertujuan untuk meningkatkan semangat dan motivasi bagi diabetesi muda untuk tetap berkarya dan sukses.
Dalam hal ini, Firas turut aktif mengampanyekan deteksi dini dan pengelolaan diabetes kepada gerasi muda, melalui seminar dan sebagainya.
Sumber : liputan6
Dr. Firas ini adalah salah satu motivator saya, beliau yang menyadarkan saya dari paradigma-paradigma Diabetes yang salah yang selama ini saya terapkan, dan berkat beliau saya bisa kenal banyak dengan teman-teman Diabetes yang lain, yang membuat saya membuka mata saya untuk lebih mengenal diabetes dan diri saya lebih dalam..